Hello, English learners! Bertemu rekan kerja, client, atau profesional dari negara lain bisa menjadi kesempatan bagus untuk memperluas koneksi.
Namun, sebelum masuk ke pembahasan pekerjaan, biasanya ada satu tahap yang gak boleh dilewatkan, yaitu small talk.
Small talk bahasa Inggris untuk kerja dapat membantu mencairkan suasana, dan membuka jalan menuju percakapan profesional yang lebih mendalam.
Dilansir dari British Council, small talk juga dapat membantu membangun kepercayaan dalam komunikasi profesional.
Oleh sebab itu, Cetta English bakal membahas topik small talk yang aman dipakai hingga tips biar cetz lebih percaya diri saat networking dalam bahasa Inggris. So, let’s get started!

Kenapa Small Talk Penting untuk Networking
Banyak orang menganggap small talk dalam bahasa Inggris sebagai obrolan basa-basi yang gak terlalu penting. Padahal, dalam situasi profesional, percakapan ringan justru bisa menjadi jembatan sebelum masuk ke pembicaraan yang lebih serius.
The Guardian menyebut small talk sebagai semacam social safety zone, yaitu ruang percakapan yang membuat orang bisa terhubung tanpa harus langsung membicarakan hal-hal berat atau terlalu personal.
Hal serupa juga berlaku dalam networking internasional. U.S. Language Services menjelaskan bahwa small talk dapat membantu menemukan common ground, menunjukkan keramahan, serta menciptakan kesan pertama yang positif.
Jadi, jangan anggap small talk sebagai percakapan yang sekadar mengisi keheningan. Dalam networking, beberapa menit obrolan ringan bisa menjadi awal dari hubungan profesional yang lebih bermakna.
Misalnya, saat bertemu calon rekan kerja di konferensi, cetz gak harus langsung bertanya tentang pekerjaan atau menawarkan kerja sama. Kamu bisa memulainya dengan:
“Have you attended this conference before?”
Dari pertanyaan sederhana tersebut, percakapan bisa berkembang ke topik sesi yang diikuti, bidang pekerjaan, pengalaman di industri, hingga peluang untuk saling terhubung di LinkedIn.
Topik Small Talk Bahasa Inggris Kerja yang Aman
Kalau baru bertemu seseorang, memilih topik percakapan memang bisa terasa tricky. Apalagi kalau dilakukan dalam bahasa Inggris dan dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
Kabar baiknya, cetz gak perlu mencari topik yang terlalu unik agar percakapan terasa menarik. Justru, topik yang netral dan mudah dikembangkan biasanya menjadi pilihan paling aman.
Dilansir U.S. Language Services menyebut cuaca, rencana akhir pekan, dan acara terbaru sebagai contoh topik yang umum digunakan dalam small talk. Ini dia contohnya:
1. Cuaca
Cuaca memang terdengar klise, tetapi justru mudah digunakan karena hampir semua orang bisa memberikan respons.
Contoh:
- “It’s quite hot today, isn’t it?”
“Hari ini cukup panas, ya?” - “How are you finding the weather here?”
“Bagaimana menurutmu cuaca di sini?” - “Has the weather been like this all week?”
“Apakah cuacanya seperti ini sepanjang minggu?”
2. Weekend dan Waktu Luang
Topik weekend juga cukup aman untuk kolega atau kenalan baru. Cetz bisa bertanya tentang kegiatan yang mereka lakukan untuk mengisi waktu luang. Cetz bisa menggunakan:
- “How was your weekend?”
“Bagaimana akhir pekanmu?” - “Did you do anything interesting over the weekend?”
“Apakah kamu melakukan sesuatu yang menarik selama akhir pekan?” - “Any plans for the weekend?”
“Ada rencana untuk akhir pekan?”
Kalau mereka menjawab bahwa mereka pergi hiking, misalnya, kamu bisa melanjutkan dengan:
“That sounds fun! Where did you go hiking?”
“Kedengarannya seru! Kamu pergi hiking ke mana?”
Nah, di sinilah small talk mulai terasa seperti percakapan dua arah, bukan sesi tanya jawab.
3. Hobi dan Aktivitas
Hobi bisa menjadi cara mudah untuk menemukan common ground atau kesamaan dengan lawan bicara. Cetz bisa menggunakan pertanyaan seperti:
“What do you like to do in your free time?”
“Apa yang suka kamu lakukan di waktu luang?”
“Do you have any hobbies?”
“Apakah kamu punya hobi?”
“What do you usually do after work?”
“Apa yang biasanya kamu lakukan setelah bekerja?”
4. Acara atau Konferensi
Kalau sedang berada di acara networking, manfaatkan situasi di sekitarmu sebagai conversation starter. Topik ini juga bisa natural karena cetz dan lawan bicara akan berada di acara yang sama. Contohnya:
“Have you been to this event before?”
“Apakah kamu pernah datang ke acara ini sebelumnya?”
“What brings you to this conference?”
“Apa yang membawamu ke konferensi ini?”
“What did you think about the last session?”
“Bagaimana menurutmu sesi yang terakhir?”
“Which session are you looking forward to?”
“Sesi mana yang paling kamu nantikan?”
Dari sini, obrolan bisa berkembang ke pekerjaan, industri, atau pengalaman mengikuti konferensi. Menarik, bukan?
5. Perjalanan dan Kota
Kalau bertemu profesional dari luar kota atau luar negeri, kamu juga bisa membahas pengalaman mereka selama perjalanan atau saat berada di kota tempat acara berlangsung.
Misalnya:
“Is this your first time in Indonesia?”
“Apakah ini pertama kalinya kamu datang ke Indonesia?”
“How are you enjoying the city so far?”
“Bagaimana menurutmu kota ini sejauh ini?”
“Have you had a chance to explore the city?”
“Apakah kamu sudah sempat menjelajahi kota ini?”
Topik seperti ini juga relatif mudah dikembangkan ke makanan, tempat wisata, atau budaya Jadi, kalau lawan bicaramu ternyata sudah mencoba makanan lokal, cetz bisa menjadikannya topik small talk selanjutnya.
Tips Percaya Diri Memulai Small Talk dengan Orang Baru
Tapi bagaimana juga cetz masih sering blank ketika harus membuka percakapan? Tenang, cetz gak harus menjadi orang paling extrovert untuk bisa melakukan small talk.
Cetz cukup menyiapkan beberapa strategi dari Cetta English ini:
1. Siapkan Beberapa Pertanyaan Pembuka
Sebelum datang ke acara networking atau konferensi, siapkan beberapa pertanyaan yang bisa digunakan sebagai ice breaker.
Misalnya:
- “What brings you here today?”
- “Have you attended this event before?”
- “What do you do?”
- “What did you think of the presentation?”
Cetta English juga menyarankan untuk menyiapkan beberapa topik atau pertanyaan terlebih dahulu. Dengan begitu, cetz gak perlu memikirkan sesuatu secara spontan.
2. Gunakan Pertanyaan Terbuka
Daripada hanya mengajukan pertanyaan yang jawabannya yes atau no, cetz bisa mencoba menggunakan pertanyaan terbuka. Seperti:
“What did you enjoy most about the conference?”
Pertanyaan terbuka memberi lawan bicara lebih banyak ruang untuk bercerita. Dengan begitu, cetz hanya tinggal mengambil jawaban untuk dijadikan pertanyaan berikutnya.
3. Dengarkan Lawan Bicara
Menurut U.S. Language Services, active listening penting untuk menciptakan ritme percakapan. Cetz bisa memberikan respon, mengangguk, atau mengajukan pertanyaan lanjutan.
Misalnya:
A: “I’m from Melbourne.”
“saya dari Melbourne”
B: “Oh, nice! Have you lived there for long?”
“Oh, bagus! Apakah kamu sudah tinggal lama di sana?”
Pertanyaan sederhana seperti ini menunjukkan bahwa cetz benar-benar memperhatikan jawaban lawan bicara.
4. Cari Common Ground
Salah satu tujuan small talk adalah menemukan hal yang bisa kalian hubungkan. Bisa berupa pekerjaan, hobi, makanan, perjalanan, acara yang sedang dihadiri, atau bahkan pengalaman yang sama.
The Guardian juga menekankan pentingnya memperhatikan respons dan cues dari lawan bicara agar percakapan bisa berkembang secara natural. Jadi, cetz gak perlu memaksakan topik yang sebelumnya sudah kamu siapkan, ya!

Kuasai Small Talk, Bangun Networking yang Lebih Natural
Small talk bahasa Inggris kerja bukan sekadar percakapan untuk mengisi keheningan. Dalam networking internasional, obrolan ringan bisa menjadi langkah pertama untuk membangun hubungan profesional.
Nah, kalau kamu ingin semakin pede berkomunikasi dalam bahasa Inggris, Cetta English siap membantu lewat kelas Speaking Antares dan Speaking Antares Intensive.
Di Cetta English, cetz gak cuma belajar teori, tetapi juga punya kesempatan untuk langsung mempraktikkan bahasa Inggris melalui berbagai aktivitas dan situasi yang relevan
Selain itu, cetz juga bakal mendapatkan:
- Materi up-to-date dan fun: Belajar dari situasi nyata, mulai dari percakapan sehari-hari, istilah viral di media sosial, hingga ekspresi yang sering digunakan oleh penutur asli.
- Tutor berpengalaman: Cetz akan dibimbing tutor yang membantu memperbaiki kemampuan komunikasi sekaligus memberikan arahan agar penggunaan bahasa Inggris terdengar lebih natural.
- Kelas yang interaktif: Proses belajar dilakukan secara dua arah dengan aktivitas yang mendorong Cetz untuk aktif berbicara, berdiskusi, dan mempraktikkan materi bersama peserta lainnya.
- Komunitas belajar yang supportive: Di Cetta Virtual Society, cetz berkesempatan untuk berlatih bahasa Inggris bersama sesama learner sehingga proses belajar terasa lebih seru dan konsisten.
Yuk, tingkatkan kemampuan speaking dan persiapkan dirimu untuk networking internasional bersama Cetta English! Konsultasikan kelas yang paling sesuai dengan kebutuhan dan level bahasa Inggrismu secara gratis melalui WhatsApp Cetta. So, let’s start your English journey and make every conversation count!